HENTIKAN KEGILAAN INI…SEGERA TINGGALKAN RIBA DAN UANG KERTAS TOILET PAPER

Posted May 17, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

PENGUASAAN KEKAYAAN OLEH PARA BANKIR DAN TRANSFORMASI SOSIAL MENUJU PERBUDAKAN

mekanisme transformasi sosial ini terjadi melalui –perampokan– terselubung oleh para bankir (rentenir atau lintah darat) dengan instrumenya uang kertas dan perbankan.  Bahkan kota-kota itu sendiri, bukan cuma layanan di dalamnya, kini dikuasai oleh para bankir (rentenir atau lintah darat). Lihat aja BSD City, Karawaci City, Delta Mas City, dst. Maka, para bupati dan walikota pun, tidak relevan lagi, para banker lah pengatur dan penguasa kota-kota yang sesungguhnya. (zaim saidi)

yang mengerti apa yang kami bicarakan disini adalah hanya orang-orang yang mau menggunakan hatinya dan takut kepada Allah. tidakkah kalian melihat kegilaan sihir uang kertas, harga telor naik, harga bbm naik, sekali lagi kalian belum mau paham bahwa DEMOKRASI ITU ADALAH PELAYANNYA (KACUNG) PERBANKAN

INDONESIA FOR SALE! LIHAT SEKELILINGMU..SEMUA TELAH MENJADI MILIK RENTENIR PERBANKAN!

Posted May 17, 2008 by fuqara ...
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

tulisan ini yang merupakan kiriman kolega saya di ITB yang cukup menarik disimak (walopun banyak lagi kisah untold story) tentang apa yang terjadi di belakang layar demokrasi. kwik kian gie sudah berada di depan pintu islam untuk berjalan lebih jauh, kalau dia punya waktu bisa bertemu Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi atau bertemu fuqara. menurut pendapat pak kwik: rakyat bangkit melakukan revolusi, maka saya katakan itu tindakan tolol terakhir, caranya mudah saja tidak perlu revolusi, kita kembali kapada Islam Sejati, bersihkan perbankan kapitalis (riba) dari persada muslim, kembalikan fungsi mata uang bimetal, kembalikan fungsi sultan dan Amir, kembalikan waqf, kembalikan fungsi zakat mal, kembalikan fungsi pasar bebas islam kembali ke Amal Madinah dan masuklah ke dalam islam secara kaffah. TINGGALKAN KONSEP DEMOKRASI dan FISKAL STATE

 Terjajah Exxon Mobil di Cepu 

 Oleh: *Kwik Kian Gie (*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas)

Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yangmenjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusaha an asing.

Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, “Nanti kita kerjakan sendirisemuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri.”

Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalamsumur yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan

Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.

Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan “pokoknya tidak”.

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.

Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, “Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?”

Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri.

Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, ”Man does not live by bread alone.” Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tanga Exxon menjadi labanya Pertamina.

Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi.

Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa?

Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.

Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, “Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda.” Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.

Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.

Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.

Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. “I am just doing my job”. Kepala Bappenas mengatakan lagi, “Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima.”

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel,tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.

Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, “Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggapterlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri.”

MASYA ALLAH LAHAWLA WALA QUWATTA ILA BILLAH

Posted April 30, 2008 by fuqara ...
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

THE BEST DEMOCRACY MONEY CAN BUY

Posted April 28, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

buku ini meceritakan laporan investigasi bagaimana IMF-WORLD BANK dan WTO membangkrutkan negara-negara donor (riba) mereka dan meyeret  negara-negara (dunia ketiga, istilah ekonomi adalahsebutani yang mereka (setan riba) pakai untuk negara penghutang) yang berhutang kepada kemisikinan massive  diseluruh dunia, segilintir orang-orang setan perbankan kapitalis ini menikmatinya tanpa punya hati, mereka benar-benar setan berbentuk manusia!

dalam buku ini juga tak ketinggalan dipaparkan hasil investigasi tentang sepak terjang bangsat george bush jr. dan senior bermain dengan demokrasinya sebagai kacung dari kapitalis yahudi. konspirasi praktis. dan ada sebagian orang-orang yang masih mau bermanis-mais dengan setan riba (stop press: dikoran tempo saya baca, BAPPENAS = badan perencanaan penghutangan nasional mau nambah hutang, dasar birokrat pekak!

Rasululllah katakan muslim tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali.

——————————————————————————————

summary

Publisher Comments: Award-winning investigative journalist Greg Palast digs deep to unearth the ugly facts that few reporters working anywhere in the world today have the courage or ability to cover. From East Timor to Waco, he has exposed some of the most egregious cases of political corruption, corporate fraud, and financial manipulation in the US and abroad. His uncanny investigative skills as well as his no-holds-barred style have made him an anathema among magnates on four continents and a living legend among his colleagues and his devoted readership.

This exciting new collection brings together some of Palast’s most powerful writing of the past decade. Included here are his celebrated Washington Post expose on Jeb Bush and Katherine Harris’s stealing of the presidential election in Florida, which made him “a legend and a hero on the Internet” (Alan Colmes/Fox Radio) when it ran in Salon.com; his reporting on the corruption at the heart of the Blair government and recent stories on George W. Bush’s payoffs to corporate cronies, the payola behind Hillary Clinton and the faux energy crisis. Also included in this volume are new and previously unpublished material, television transcripts, photographs and letters.

Table of Contents

Jim Crow in cyberspace : the unreported story of how they fixed the vote in Florida — The best democracy money can buy : the Bushes and the billionaires who love them — California reamin’ : deregulation and the power pirates — Sell the Lexus, burn the olive tree : globalization and its discontents — Inside corporate America — Pat Robertson, General Pinochet, Pepsi-Cola and the anti-Christ : special investigative reports — Small towns, small minds — Kissing the whip : reflections of an American in exile — Appendix: Your turn : resources for action. 

—————————————————————————————

BE KIND TO –WILDLIFE– BANKER ARE ANIMALS TOO

Posted April 28, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

THE SHADOW MONEY LENDERS AND THE GLOBAL FINANCIAL TSUNAMI

A RIVETING EXPOSE REVEAL THE SECRET OF THE SHADOW MONEY LENDERS AND HOW THEY AMASSED A US$500 TRILLION EMPIRE—THE END OF THE DOLLAR HEGEMONY US$ TOILET PAPER FIAT MONEY— minggu lalu habis ketemu dan meeting dengan prof umar di malaysia, selalu penuh energi dan menyenangkan. ini buku saya temukan di malaysia atas bantuan fuqara malaysia, buku baru terbit bulan maret 2008.

————————————————————————————–

book summary

This is a can’t put down book. Once you have read the first page, you will be at the edge of your seat, running through the pages as fast as you can. There is so much information about the global financial system that has remained hidden for over 30 years. It will shock you. This is why the author is such a passionate advocate for the abolishment of the Federal Reserve System in the US and the structure of Central Banks in the global economy. They have all been complicit in allowing the Shadow Money-Lenders to embark on the largest transfer of wealth in history – from the millions of hardworking wage earners to the 2 percent of the global elites.

Untangling the complex structures and the exotic and baffling terminology of derivative trading and products, the author has succeeded admirably in exposing the hidden loan sharking operations of Shadow Money-Lenders.

The author has revealed for the first time to the public the ultimate secret that has enabled the Shadow Money-Lenders to amass a financial empire greater than the US economy. The US GDP is estimated to be US$13 Trillion as at 2007. The “GDP” of the Shadow Money-Lenders between the covers of this remarkable book. It is a courageous endeavour – a singular effort to take on the Shadow Money-Lending System, the most ferocious financial predator in history.

The former President George H. W. Bush, and the father of war criminal George Bush was reported to have said that if the people knew what they have been doing, they would be lynched in the streets.

Even George Soros has confessed, “… the current crisis marks the end of an era of credit expansion based on the dollar as the international reserve currency. The periodic crises were part of a larger boom-bust process. The current crisis is the culminating of a super-boom that has lasted for more than 60 years.”

Matthias Chang is a Malaysian of Chinese descent. He is a Barrister of 31 years standing and once served as the Political Secretary to the former Prime Minister of Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad. He is the author of two bestsellers, Future Fast-Forward and Brainwashed for War, Programmed to Kill, published by the American Free Press in the US. He is actively involved in the anti-war movement for the last 41 years. He is a Catholic but enjoins all to promote inter-faith understanding. He resides in Kuala Lumpur, Malaysia.

————————————————————————————–

satu yang menarik dari semua tulisan riset ini adalah dihalaman XXVI:

…. I would like at this at this juncture to invite any muslim banker or scholar a debate that all islamic finacial or investment products that are grounded on derivative trading principles are haram and contrary to the financial precepts embodied in the Holy Quran. I find it incredible that the –experts– from goldman sachs (a zionist financial outfit) are in deep discussion with Islamic Banks on financial engineering and innovations. Islamic banks , commercial banks and investment bank in malaysia are advertising that they are in the forefront in the use of such products. check it out

—————————————————————————————

jadi ini sendiri jelas dikemukakan oleh seorang non muslim tentang haramnya perbankan jenis ini dengan ribanya, untuk detailnya secara pengertian fiqh dapat dilihat detailnya di al-muwatta, sedangkan dalam buku ini penjelasan teknis permainan riba ini dijelaskan dengan gamblang dan blantant oleh matthias chang. lebih jauh mungkin matthias chang perlu referensi mundur 100 tahun kebelakang dalam buku yang telah di tulis oleh Sayyidi Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi dengan detail dan menjelaskan apa konstelasinya dengan demokrasi dengan seluruh kejadian islam hari ini. akibat riba ini zakat kita telah runtuh!

kalau riawan amin atau pun mahluk sejenis adiwarman karim dan orang bank islam di indonesia membaca buku ini mungkin mereka (orang-orang perbankan islam ini) akan tambah mengerti apa yang dijelaskan oleh Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi al-Murabit yang mengatakan bahwa demokrasi adalah pelayan perbankan dan akan juga tambah jelas lagi jika dilihat dalam buku Sidi Umar Ibrahim Vadillo yaitu Esoteric Deviation In Islam (1000 hal) atau buku terbaru dari Sidi Zaim Saidi yaitu Ilusi Demokrasi.

secara gamblang chang jauh lebih tegas memangil mereka para bankers dan pemain keuangan macam ini adalah semacam bangsat…nah bagaimana orang-orang yang bermain di bank islam, kita mau sebut apa orang-orang ini, menghalalkan barang haram! semoga ini bisa segera di mengerti sebelum terlambat bahwa kita harus meninggalkan riba (perbankan dan uang kertas yang tak berharga seperti layaknya toilet paper)

saya fotokan sedikit content buku ini

WILDLIFE…

Posted April 23, 2008 by fuqara ...
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2008 Turun (Lagi) 12%. Tahun 2020 tinggal 9.9 dinar

Posted April 12, 2008 by fuqara ...
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

Kita muslim perlu tahu kondisi ini, dan terutama pemerintah tandakutip perlu memperhatikan tulisan ini jika memang serius mau menegakkan tiang haji, semoga departemen agama dan orang-orang yang terlibat didalam penyelenggaraan ibadah haji ini segera sadar apa arti riba itu dan tidak bermain-main dengan uang orang muslim nusantara.

SEBUAH ANALISIS oleh Zaim Saidi (Direktur Wakala Dinar-Dirham Nusantara)

Walau belum jadi keputusan resmi, ancar-ancar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2008 telah disampaikan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam rapat kerja dengan, dan disetujui oleh, Komisi VIII DPR, 2 April lalu. Dibandingkan dengan BPIH tahun lalu BPIH 2008 rata-rata naik 500.86 dolar AS atau Rp 4,6 juta. Headline harian Republika (Avtur Dongkrak Biaya Haji, Kamis, 3 April 08, hal. 1) juga menyajikan tabel BPIH tahun 2005-2008, lengkap untuk tiga zonasi. Pengumuman ini membuktikan bahwa kenaikan biaya haji selalu rutin terjadi setiap tahunnya, baik dalam mata uang rupiah maupun dolar AS. Jelas bahwa beban calon jemaah haji semakin berat, dan upaya menabung yang umumnya harus kita lakukan pun, semakin berat pula.

Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa persoalan sesungguhnya bukan terletak pada biaya penyelenggaraan haji itu sendiri, sebagaimana dengan biaya untuk kegiatan apa pun, melainkan pada mata uang yang digunakannya. Pembiayaan BPIH, juga untuk biaya keperluan apa pun lainnya, bila dilakukan dengan mata uang dinar emas, tidak akan pernah mengalami perubahan. Dinar emas selalu membuktikan dirinya sebagai mata uang dengan inflasi 0%. Perhatikanlah perbandingan perkembangan BPIH dalam tiga mata uang berbeda, yaitu rupiah, dolar AS, dan dinar emas, yang diolah dari tabel di HU Republika tersebut di atas. Untuk menyederhanakan data yang disajikan di sini hanyalah untuk BPIH dalam satu zonasi, yakni Zona II (Jakarta, Surabaya dan Solo), yang berada di zona tengah. Tabel 1 di bawah ini menyajikan data BPIH (2005-200 8) tersebut yang menunjukkan, bila dihitung dengan flat, ongkos naik haji dalam rupiah selalu mengalami kenaikan rata-rata 9% dan dalam dolar AS rata-rata naik 6.25% setiap tahunnya. Berkebalikan halnya bila biaya haji didenominasikan dengan dinar emas. Dari tabel yang sama terlihat bahwa BPIH dalam empat tahun terakhir ini, dalam denominasi dinar emas, secara flat turun rata-rata 10.25%. Jadi, ongkos naik haji, dari tahun ke tahun, menjadi semakin murah. Dalam angka absolutnya BPIH 2005 dalam dinar emas adalah 46 dinar, turun menjadi 34 dinar (2006), turun lagi menjadi 31 dinar (2007), dan turun lagi menjadi 27 dinar untuk 2008 ini. Tingkat penurunannya berturut-turut adalah 26%, 8%, dan 12%. Perbedaan biaya dalam rantang empat tahun, antara 2005 dan 2008, menunjukkan penurunan BPIH dalam dinar sebesar 41% (dari 46 dinar/2005 ke 27 dinar/2008)! Sementara dalam rupiah justru naik 36% (dari Rp 23.2 juta ke Rp 31.6 juta), dan dalam dolar AS naik 25% (dari 2.730 dolar AS ke 3.430 dolar AS).

Proyeksi ke Depan

Dengan pengalaman empiris di masa lalu di atas maka kita dapat membuat suatu proyeksi ke depan. Untuk meningkatkan keakuratan dan ketepatan proyeksi kita data empiris BPIH di masa lalu yang digunakan di sini diperpanjang, tidak hanya terbatas sampai pada tahun 2005, tapi sampai tahun 2000. Proyeksinya sendiri akan dilakukan untuk masa dua belas tahun ke depan, untuk rentang waktu 2008-2020. Perhitungan tetap dilakukan dalam tiga jenis mata uang yaitu rupiah, dolar AS dan dinar emas, sekaligus untuk membandingkan ketiganya. Kita awali proyeksi kita dengan berpatokan pada BPIH 2008 (Zona II saja) sebagaimana yang telah disepakati oleh Menteri Agama RI dan Komisi VIII DPR tersebut di atas, yaitu 3.429.6 dolar AS, tanpa memperhitungkan biaya tambahan untuk komponen domestik (dengan nilai Rp 501 ribu). Dengan kurs saat ini, ambillah Rp 9.200/dolar AS, maka dalam rupiah BPIH 2008 adalah Rp 31.552.320. Dalam dinar emas, dengan kurs saat ini 127 dolar AS/dinar, BPIH 2008 sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, hanya 27 dinar emas. Sebagai patokan empiris ke belakang kita ambil data tahun 2000, yaitu dengan BPIH dalam rupiah sebesar Rp 22.799.635, dalam dolar AS sebesar 2.682 dolar, dan dalam dinar emas sebesar 71 dinar. Dengan perhitungan flat kenaikan tahunan rata-rata BPIH dalam rupiah (dalam rentang 8 tahun terakhir, 2000-2008 ini) adalah 5%, dalam dolar AS 3.5%, dan dalam dinar emas adalah – (minus) 8%.

Dengan menggunakan data-data ini maka secara lengkap kita dapatkan proyeksi BPIH ke depan sebagaimana ditampilkan dalam Tabel 2. Kita ambil saja tiga titik waktu di depan, yakni tahun 2010, 2015, dan 2020. Dalam rupiah kita akan dapatkan angka-angka BPIH sebesar Rp 34.8 juta (2010), Rp 44.4 juta (2015), dan akan menjadi Rp 56.7 juta (2020). Dalam dolar AS kita peroleh BPIH sebesar 3.639 dolar (2010), lalu 4.218 dolar (2015), dan akan menjadi 4.890 dolar (2020). Keduanya terus naik, meski dengan slope berbeda. Dalam dinar, sebaliknya, kita akan peroleh BPIH yang terus-menerus semakin murah secara signifikan, yakni 22.9 dinar (2010), lalu jadi 15.1 dinar (2015), dan turun lagi menjadi hanya 9.9 dinar (2020). Penting untuk dimengerti proyeksi di atas diperoleh dengan asumsi keadaan adalah ’normal’, dan dengan data yang sangat konservatif. Tetapi, sebagaimana saat ini kita dengar dari para pemegang otoritas moneter internasional, termasuk IMF, Bank Dunia, dan Federal Reserve AS, situasi ekonomi dunia semakin dibayangi oleh krisis besar. Keadaan empiris sejak Oktober 2007 lampau, yang dimulai dengan krisis kredit perumahan di AS, lalu gejolak harga minyak dan pangan dunia, disusul dengan gonjang-ganjingnya pasar saham, membuat mereka mengatisipasi kemungkinan terburuk. Sebaliknya dengan dinar emas, marilah kita songsong kemungkinan terbaiknya. Ini bukti awalnya: September 2007 kurs dinar adalah Rp 880.000/dinar, saat ini sekitar Rp 1.200.000/dinar. Dinar emas telah menguat 34% dalam kurun 6 bulan terakhir, dan 200% dalam 8 tahun terakhir (kurs dinar tahun 2000 adalah Rp 400 ribu). Jadi, secara riel BPIH 2008 (Rp 31.6 juta) ini pun sesungguhnya hanya setara dengan nilai Rp 10.8 juta tahun 2000. Allahu Alim.

INYSA ALLAH PASAR MODAL-SAHAM AMBRUK

Posted April 6, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

riba, indeks

TEKNIK KUDETA PERBANKAN (konspirasi praktis)

MENKEU dan lembaga ekonomi serta pemerintahan kita ya basis berfikir dan bertindaknya adalah berdasarkan ilmu eknomi-riba, mereka yang ada disitu mungkin orang baik, mungkin omongnya baik, mungkin santun tapi apa? mereka pekak, ngga mau paham ini semua akibat permainan riba bukan ini dan itu, sumber masalah sosial dan pemerintahn kita muslim karena mengamalkan riba bunga dan uang kertas tak berharga terus menerus inilah sihir abad ini: uang kertas! (perbankan, kapitalis dan demokrasi) pasar saham..pasar apaan (inilah pasar riba) BEJ itu tempat judi yang dilegalisasi oleh negara (FISCAL STATE, seperti yang sudah dijelaskan pada diskurs dalam website ini) orang-orang ekonomi yang disebut pakar tanda kutip yang belajar ke pada tuan-tuan kafir barat ya tidak akan mengerti apa arti riba sampai mereka duduk bersama guru sejati yang mengerti ilmu dan amal islam.

seluruh bangunan muamalat muslim nusantara ini dibangun atas dasar ilmu dan amal riba, termasuk perangkat hukum dan pemerintahan kita adalah bagian dari sistem riba itu sendiri (perbankan, kapitalis dan demokrasi) dan semua orang tersihir oleh uang kertas (makan bunga, bunga bank, pasar saham, surat hutang…), saya katakan hanya segelintir orang yang mengerti apa riba dan implikasinya secara lahir dan batin dan muslim yang mau berubah saat ini, yang lain umumnya sibuk dengan berbagai alasan ilmiah tanda kutip mereka yang sebenarnya adalah bukti ketololannya

kita sebagai muslim tidak bisa hidup berlawanan dengan perintah Allah..berlawanan dengan undang-undang Allah dan rasulNya, berlawanan dengan Allah artinya kesengsaraan, kehancuran, dan Allah mengatakan di Alquran: orang-orang yang tidak mau meninggalkan riba akan diperangi oleh Allah dan rasulNya.

Shalat yang sebenarnya mencegah muslim dari perbuatan keji dan mungkar, perbuatan keji dan mungkar ini adalah tindakan kerjahatan riba (untuk lebih jelasnya silahkan lihat al-Muwatta dan tanya kepada Ulama sejati yang mempunyai juga ilmu sejati).

akibat riba ini terjadi ketidak-seimbangan sosial yang luar biasa (perceraian, stress, kerja berlebihan, harga barang tinggi nilai uang tidak ada, pelacuran, bayi dibuang, perselingkuhan dan segala kegilaan sosial yang anda lihat hari ini) akibat riba ini juga terjadi ketidak seimbangan alam yang luar biasa yaitu karena semua industri-industri monopoli-kapitistik digerakan oleh meminjam uang riba dari perbankan dan lembaga riba lainnya (pakai bunga) yang mengakibatkan produksi yang dilakukan bukan lagi untuk memenuhi keperluan masyarakat tapi produksi yang dilakukan untuk memenuhi pemabayaran bunga bank, sehingga akhirnya bahan mentah dari alam dikeruk sebelum waktunya untuk mebayar riba, limbah industri, sampah industri, sampah penduduk yang meningkat tajam, yang akhirnya merusak laut, hutan ditebang seenaknya, untuk kepentingan segelintir perut manusia serigala…inilah sebagian kejahatan riba yang dikatakan di Al-Quran, yang disampaikan oleh Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi al-Murabit ad-Darqawi. tugas kita adalah mentaati aturan Allah dan mengikuti rasululllah salallahu alaihi wassalam. jihad jaman ini adalah memerangi (meninggalkan) riba.

shalat yang benar pasti akan membuat muslim mampu meninggalkan semua ilusi riba ini, ilusi demokrasi dan ilusi-ilusi dari semua ilmu yang tidak berdasarkan laila ha ilallah muahammad rasulullah! dan kita tidak memberikan alasan ini dan itu dalam meninggalkannya ketika para amir dan sultan memerintahkan taatlah kepada Allah dan rasulNya. shalat para arifin dan arif billah adalah dengan marifatullah!

tegakkan islam keseluruhan bukan hanya di dalam masjid tapi juga di luar masjid. bagaimana jalan kembalinya ini semua telah banyak di beritahukan di website sini, apa yang ada di website ini bukan tulisan tapi amal yang sedang dikerjakan oleh kita semua muslim hari ini, lalu di transmisikan lewat pertemuan-pertemuan dan perpisahan dan bertemu kembali. ad-dien al-muamalat! inilah perintahnya.

saya mengatakan ini kepada siapa? kepada orang-orang yang punya hati (yang hidup) kepada yang mau berubah (lebih baik) kepada lelaki dan wanita yang sangat cinta Allah dan rasulNya lebih dari dirinya dan keluarganya dan perniagaannya sehingga selalu bergetar jika di sebut nama yang agung ALLAH!, kepada orang yang telah mengaku dirinya kalah, kepada orang yang telah bersujud tanpa daya, kepada orang yang tidak bergantung kepada gelar atau jabatan atau ketenaran atau hartanya kepada orang yang tidak punya sandaran kepada apapun sekalipun juga terhadap dirinya, kepada orang yang telah mengaku dirinya bodoh, kepada orang yang telah mengaku dirinya faqir, kepada orang yang takut dan cinta kepada Allah dan mengikuti rasulNya dengan ikhlas yang tinggi…kepada orang-orang yang telah tidak lagi peduli kepada dirinya, perdagangannya dan keluarganya. hanya Allah Allah Allah yang ada di setiap keadaan (tawhid yang jernih). kita tidak ada! MasyaAllah lahawla wala quwatta ila billah.

BANKIR ITU SETAN RENTENIR…ARTINYA ITU MUSUH ALLAH!

Posted April 3, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

bank

TEKNIK KUDETA PERBANKAN

KORAN TEMPO mengangkat tajuk berita yang menarik untuk disimak, bagaimana permaianan ini tengah terjadi dan tidak banyak diketahui umum, teknik kudeta perbankan. conspiracy practice!

Masih mau makan riba dan muslihat uang kertas. Islam nyaris tinggal nama tanpa kenyataan (muamalat) Apa kita masih mau hidup kita di atur dan ditekan oleh setan pemakan riba (perbankan). BI itu jelas sekali bukan bagian dari indonesia dan bukan dimiliki oleh negara indonesia (orang-orang perbankan dan pemerintahan juga tahu ini kok), BI tidak di audit terbuka. siapa pemilik BI sebenernya? siapa pemilik bank of america? siapa pemilik bank of england?…

Jadi apa arti hukum kita ini (memang ngga ada artinya) cara hidup makan riba dalam sistem bank dan uang kertas masuk kedalam tata hukum negara ini (dan ini sudah merupakan setting dari awal ketika negara ini –merdeka–).

Demokrasi adalah pelayan perbankan, partai-partai adalah tidak lebih semacam penyalur pembantu rumah tangga, dewan perwakilan hanyalah kumpulan pelacur kelas politik, Islam tidak mengenal kelas politikus!, birokrat tidak lebih dari banci tampil, lembaga hukum adalah sejenis kumpulan serigala-serigala berbentuk manusia, mereka tidak takut dan tidak tahu malu kepada Allah, makan tuh uang kertas! atas nama rakyat katanya mereka bikin pembangunan. (perhatikan berita televisi, koran, isinya apa? sampah!) riba duapuluh empat jam, artis-artis bodoh sibuk dengan jualannya, dan orang-orang yang gila ketenaran, dibelakang ini semua adalah perputaran riba yang dahsyat. Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi al-Murabit ad-Darqawi mengatakan: jihad jaman ini adalah memerangi (meninggalkan) riba

saya ambilkan lagi tulisan dari Zaim Saidi dalam bukunya ILUSI DEMOKRASI (hal 75) semoga Allah menambahkan kekuatan kepada kita muslim untuk mengenyahkan sistem kapitalis-riba yang memperkaya segelintir orang dan telah menyengsarakan hampir seluruh penduduk planet bumi ini dan juga merusak alam ini, mari kembali kapada alat tukar yang adil dinar-dirham mari kita kembalikan muamalat islam. mari masuk kedalam islam secara keseluruhan.

 

JERAT UTANG DAN MANIPULASI UANG KERTAS
Setelah Orde Baru tamat, melalui instrumen-instrumen yang kini telah legal – berkat berbagai ’Reformasi Hukum’ - intervensi IMF dan Bank Dunia yang di masa Soeharto hanya sebatas ’mempengaruhi kebijakan’, di ’Era Reformasi’ ini praktis telah sepenuhnya ’mendikte kebijakan’ pemerintah RI. Perhatikan fakta berikut: dalam kurun lima tahun (1998-2003) Indonesia telah menandantangani 18 LoI, yang mencakup sekurangnya 1.300 butir tindakan ’reformasi’ yang harus dijalankan oleh pemerintah. Salah satu yang terpenting, yang telah disebutkan di atas, adalah dilepaskannya Bank Indonesia dari kontrol politik pemerintah RI. Secara umum bidang-bidang yang harus direformasi ini, antara lain, mencakup restrukturisasi perbankan, restrukturisasi utang perusahaan, liberalisasi perdagangan, pemulihan aset dan kepailitan, swastanisasi BUMN dan penjualan aset negara, dan sebagainya. Jumlah undang-undang baru, yang semakin berorientasi kepada kepentingan kapital asing, yang telah diundangkan di masa B.J Habibie saja (tak sampai dua tahun), berjumlah 67 undang-undang. Sudah disebutkan di atas, bersamaan dengannya, pemerintahan singkat B.J Habibie ini telah menambah utang luar negeri Indonesia sebesar 24 miliar dolar AS, setara dengan utang Soeharto selama sekitar 15 tahun.

Jerat utang para rentenir itulah sumber beban berat rakyat Indonesia selama ini. Dalam anggaran nasional Indonesia saat ini jumlah cicilan pokok dan bunga utang hampir dua kali lipat anggaran pembangunan, dan memakan_ lebih dari separuh (52%) penerimaan pajak, setara Rp 220 triliun. Dan, sekali lagi, ini baru pajak yang langsung dibayar secara tunai, belum kita hitung pajak lainnya, yakni inflasi dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang terus-menerus terjadi. Sekadar untuk menyegarkan ingatan kembali, sebelum ’Krismon’ (1997) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah sekitar Rp 2200/dolar AS. Pada pertengahan 2006 (Juni), saat buku ini ditulis nilai tukar dolar adalah sekitar Rp 9500/dolar AS.

Sampai pada tahun 1983 nilai tukar rupiah terhadap dolar sesungguhnya cuma Rp 415/dolar AS, sampai kemudian atas desakan IMF dan Bank Dunia, rupiah didevaluasi pada Maret 1983, sebesar 55%, menjadi lebih dari Rp 600 per dolar AS. Rupiah, kembali atas tekanan IMF dan Bank Dunia, kemudian didevaluasi lagi pada September 1986, sebesar 45%, menjadi sekitar Rp 900 per dolar AS. Dari waktu ke waktu nilai tukar rupiah terus mengalami depresiasi sampai mencapai angka sekitar Rp 2.200 per dolar AS, sebelum ’Krismon’, 1997. Nilai rupiah kemudian mengalami ’terjun bebas’ pada pertengahan 1997, dan sejak itu terus terombang-ambing dalam – lagi-lagi atas kemauan IMF dan Bank Dunia - sistem kurs mengambang (floating rate), dengan titik terendah yang pernah dicapai sebesar Rp 15.000 per dolar AS, di awal 1998.

Angka kurs rupiah yang mengambang terhadap dolar ini terus dapat dengan mudah ’dibanting’ sewaktu-waktu melalui cara-cara ’spekulatif’ oleh para pemain pasar. Akibat dari manipulasi atas nilai kurs ini adalah kemungkinan sewaktu-waktu terjadinya depresiasi secara drastis dan mendadak. Lagi-lagi ini merupakan pajak yang dibebankan kepada masyarakat. Mudahnya satu pihak melakukan manipulasi atas sistem uang kertas ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Tindakan pertama dimulai ketika secara serentak sejumlah pedagang uang menjual rupiah secara besar-besaran, hingga nilai rupiah terus merosot. Biasanya ini dilakukan pada saat kebutuhan dolar melonjak, misalnya ketika banyak utang luar negeri (dalam dolar) jatuh tempo. Maka Bank Indonesia akan berusaha menahan kemerosotan rupiah melalui intervensi pasar, dengan menjual cadangan dolarnya. Tapi, pada satu titik tertentu, Bank Indonesia sendiri akan kehabisan cadangan dolarnya. Rupiah pun akan terus merosot, tak tertahankan.

Para ’spekulator’, yang memahami semua permainan ini, pada saat tertentu itu akan meminjam uang ke bank-bank di Indonesia, katakanlah Rp 250 milyar, pada saat kurs pada posisi, misalnya, pada bulan Juli 1997, sekitar Rp 2.500/dolar AS. Dengan segera ia menukarnya dalam dolar AS dan akan memperoleh 100 juta dolar AS. Sepekan kemudian kurs rupiah atas dolar dijatuhkan, yakni ketika cadangan dolar pemerintah telah habis, misalnya waktu itu, kurs anjlok dari Rp 2.500/dolar menjadi Rp 10.000/dolar. Maka, si spekulan ini cukup mengambil 25 juta dolar AS, untuk melunasi utangnya, yang besarnya Rp 250 milyar. Dengan 25 juta dolar ini utangnya lunas, dan masih ada sisa 75 juta dolar. Jumlah besar ini menjadi ’keuntungan’ yang diperolehnya hanya dalam sepekan, dengan tanpa mengeluarkan keringat.

Para ’pemain pasar’ itu sendiri bisa begitu bebasnya ’bermain’ karena kebijakan ekonomi kita, sebagaimana sudah dijelaskan di atas, secara total mengikuti kewajiban dari IMF dan Bank Dunia, sepenuhnya mengikuti pasar bebas. Di sisi lain negara-negara yang telah terkapar dimangsa oleh para spekulan yang bebas bermain karena kebijakan IMF dan Bank Dunia ini kemudian ditampung untuk ’ditolong’ oleh keduanya!

Maka, kita jangan mudah terkecoh akan istilah spekulasi dan spekulator tersebut, yang mengesankan seolah-olah sistem perbankan ini tidak terlibat dalam kejahatan tersebut. Tentu saja hal ini tidak benar. Bukankah semua permainan itu juga sepenuhnya dilakukan dalam perbankan, dan bahkan bank-bank itu sendiri, adalah bagian dari para penjual dan pembeli valuta asing tersebut? Pemerintahan demokratis di mana pun telah dibuat tak berkutik oleh kekuatan uang ini.

Pengelabuan ini sama persis dengan yang dilakukan perbankan, dalam versi paling mutakhir, yakni klaim akan ketidakterlibatan sistem perbankan dalam proses ’pencucian uang’ (money laundering). Sistem perbankan menyatakan tidak terlibat dengan uang-uang haram, hasil perjudian, perdagangan obat-obatan terlarang seperti narkoba, penjualan senjata ilegal, dan sebagainya. Seolah-olah para penjahat ini memperjualbelikan barang-barang haram tersebut tidak melalui perbankan, dan menyimpan uang bermilyar-milyar dolar itu, dalam tas-tas kresek di bawah bantal! Tentu ini merupakan pengelabuan yang terang-terangan.

PENETRASI RIBA DALAM MASYARAKAT
Ekspansi kredit (utang dengan riba), baik utang individu maupun negara oleh sistem perbankan – yang tiada lain berarti kegiatan sewa-menyewa uang - jual-beli saham dan ’kertas berharga’, jual-beli valas, dan sejenisnya, adalah inti kapitalisme. Kegiatan ekonomi finansial ini tidak bersentuhan dengan ekonomi riel yang terkait dengan kebutuhan hidup nyata umat manusia, kini mendominasi kita. Perbandingan keduanya, pada pertengahan tahun 2000-an, mencapai rasio kira-kira 100:3, atau dalam nilai absolut setara 200 triliun dolar AS (bisnis ribawi, jual beli mata uang dan surat utang) berbanding hanya sekitar 6 triliun dolar AS (bisnis sektor riel).

Di Indonesia pada (semester pertama 2006) nilai rata-rata perdagangan harian di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mencapai Rp 1.8 triliun. Industri perbankan secara konsisten terus meningkat labanya dari Rp 1,5 triliun pada Januari 2006 menjadi Rp 15,8 triliun pada Mei 2006. Pada waktu yang sama, aset perbankan nasional bertambah Rp 49,3 triliun. Per Mei 2006, dana perbankan yang ‘nganggur’ tidak disalurkan ke sektor ril mencapai Rp 393 triliun. Sementara perekonomian di sektor riel, yang terkait dengan komoditas dan jasa-jasa, justru sedang mengalami kelesuan yang luar biasa. Fakta ini mencerminkan kenyataan bahwa riba yang haram telah mengalahkan perdagangan yang halal.

Ekonomi yang mengelilingi kita hanyalah buih (bubble economy) yang suatu waktu niscaya akan meledak. Sementara, kita semua sama-sama melihat peran dan penetrasi perbankan yang semakin hari semakin merasuk dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Akibatnya adalah beban berganda. Di satu sisi biaya hidup menjadi makin mahal karena, sebagaimana telah dijelaskan dengan panjang lebar sebelumnya, riba memberikan efek langsung berupa ’pemajakan’ terselubung kepada seluruh anggota masyarakat. Di sisi lain investasi produktif tidak berlangsung, karena mereka yang memiliki uang akan menyewakannya (menyimpannya) kepada pihak perbankan, daripada menginvestasikannya dalam kegiatan berdagang.

Dampak pemajakan umum dari sistem uang kertas dapat diilustrasikan dengan sederhana. Tiga puluh tahun lalu, pada tahun 1970-an, harga setongkol jagung di Jakarta tak lebih dari Rp 5/tongkol. Saat ini, tahun 2006, harga setongkol jagung yang sama adalah Rp 1.000/tongkol. Adakah jagungnya berubah, ataukah uang kertasnya yang berubah, mengikuti fitrahnya sebagai selembar kertas tak bernilai? Tentu, para ekonom mengelabui kita dengan menyalahkan inflasi, sebagai penyebabnya.

Marilah sekarang kita bandingkan dengan Dinar emas, yang nilai tukar atau daya belinya tidak pernah berubah. Sejak zaman Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sampai detik ini harga seekor kambing tidak berubah tetap satu Dinar, dan harga seekor ayam tetap satu Dirham. Nilai tukar Dinar terhadap dolar AS, dalam lima tahun terakhir ini, rata-rata naik sekitar 12.5%. Pada tahun 2005-2006 kenaikan ini bahkan mencapai lebih dari 40%. Diagram berikut menunjukkan nilai tukar Dinar terhadap dolar AS dalam periode 2001-2006 tersebut, meningkat dari 37 dolar AS ( posisi akhir 2001) sampai 85 dolar AS (posisi Juli 2006). Pemakaian komoditas yang memiliki nilai intrinsik, sepeti halnya emas dan perak, sebagai alat tukar, memperlihatkan bahwa inflasi merupakan bagian inheren dari sistem mata uang kertas.

Sementara itu, untuk mengatasi beban yang bersumber dari kegiatan perbankan ini, apa solusi yang mereka tawarkan bagi masyarakat? Ketika berbagai jasa sosial tidak lagi disediakan oleh pemerintah karena subsidi telah dialihkan untuk membayar utang negara, atau karena unit-unit penyedia jasa tersebut telah diswastanisasi, para bankir mengambil alihnya untuk lebih banyak mengeruk kekayaan. Penyediaan sekolah-sekolah, perumahan, rumah sakit, instalasi air bersih, penyediaan enerji, bahkan pembangunan jalan-jalan umum, menjadi ladang investasi para bankir ini. Biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, dan layanan sosial lain pun, menjadi semakin tak terjangkau. Harga-harga berbagai produk kebutuhan rumah tangga pun semakin mahal, karena dampak inflasinya.

Para bankir kembali menawarkan ’solusi’ dengan menyediakan kredit atau utang secara langsung kepada konsumen (perumahan, pendidikan, kesehatan, tunjangan hari tua, kendaraan, peralatan rumah tangga dsb), tentu dengan riba di dalamnya. Penetrasi jaringan perbankan dalam menebar jerat-jerat utang bukan saja terjadi pada tingkat negara, tapi juga individu-individu, tanpa membedakan korbannya kaum berpunya atau orang miskin. Indikasi dari hal ini adalah semakin meluasnya penjualan produk dan jasa secara kredit, dengan persyaratan yang tampak sangat ringan. Kasus-kasus gagal bayar oleh debitur, beserta berbagai kesulitan pada tingkat rumah tangga yang mengikutinya, semakin banyak ditemukan. Akibatnya keseluruhan anggota masyarakat, kecuali para bankir itu, menanggung beban yang berlipat ganda.

Inilah kapitalisme, sosok sejati modernitas, yang kini mendominasi kehidupan kita. Hakikat manusia telah diredusir, pada mulanya di pabrik-pabrik, semata-mata sebagai buruh, yang pada dasarnya diperbudak untuk menghasilkan nilai tambah. Perbudakan kemudian dilanjutkan di luar pabrik, ketika manusia diposisikan semata-mata sebagai konsumen, dengan tugas tunggal menghabiskan produk industri. Pada akhirnya, manusia diposisikan sebagai debitur, yang merupakan sumber penghisapan kekayaan oleh para bankir-rentenir. Penghisapan lanjut ini dilakukan baik secara langsung melalui utang-ribawi atau secara tidak langsung melalui perpajakan dan inflasi. Kapitalisme, dan negara demokrasi yang menopangnya, adalah sistem tirani yang memperbudak umat manusia.

Dalam bab berikut kita akan lebih memahaminya dengan melihat asal-mula sejarah dan gagasan dasar yang mendasari kelahiran dan perkembangan kapitalisme ini. Dari sini kita juga akan melihat pengaruh dan implikasinya bagi dunia Islam, yang kini telah pula didominasi oleh gagasan-gagasan ini, dan menyambutnya dengan gerakan pembaruan Islam. Hasilnya adalah diasimilasikannya Islam ke dalam kapitalisme, sebagaimana akan ditunjukkan pada bab-bab berikut buku ini. (bersambung)

(lanjutan tulisan ini dapat dilihat pada buku ilusi demokrasi yang telah beredar di toko buku gramedia)

Masalahnya disebut kapitalisme

Posted April 1, 2008 by fuqara ...
Categories: Esoteric Deviation In Islam

kapitalisme

saya ambilkan cuplikan dari buku setebal 1000 halaman, buku yang cukup fenomenal di eropa terutama untuk muslim dan non muslim eropa, karena paling tidak ini menyibak sesuatu yang sulit di terima oleh orang kalangan intelektual islam sendiri tentang apa yang tengah terjadi dalam keseharian kita yang terutama dalam hal muamalat kita yang hampir hilang, yang digantikan dengan fenomena esoteris, esoterik shariat dan esoterik tassawuf. (apa arti kata esoteric dan exoteric lihat di glossary)

Masalahnya disebut kapitalisme

Terjemahan dari buku Esoteric Deviation In Islam – Umar Ibrahim Vadillo, Capetown 2003

Dunia mempunyai satu masalah dan itu disebut kapitalisme. Dunia tidak dapat melepaskan diri dari padanya. Pernah dicoba sekali tapi revolusi itu dibajak oleh marxisme, gagal dan di fahami. Kita tidak akan gagal karena kita percaya kepada Allah sedangkan Proudhon tidak. Freemasonry bukanlah tangan tersembunyi dari kapitalisme, tapi adalah suatu alat yang melayani kepentingan kapitalisme.Pertama filosofi toleransi, kemudian esoterisasi dari agama, membongkar kekuasaan dibelakang pelarangan riba.

Fremasonry memasuki dunia Muslim, tetapi kapitalisme lebih dulu masuk dengan pengaruh yang lebih merusak. Orang Muslim tidak tahu harus bagaimana bersikap menghadapinya.Perbankan adalah kekuatan yang besar sekali, dan tidak seorangpun dari penguasa waktu itu yang dapat menghadapinya. Akibatnya adalah tamatnya Khalifah.

Untuk seratus tahun kita tanpa Khalifa. Selama waktu itu perubahan telah diperkenalkan kedalam Islam, dalam dua front yang direncanakan untuk melumpuhkan Islam, satu-satunya kekuatan yang dapat mencegah kapitalisme dari pencapaian tujuan akhirnya yaitu negara dunia. Satu front adalah modernisme exoteris dan yang kedua adalah tradisionalisme atau keabadian esoteric

Keduanya dipengaruhi oleh freemasonry dan didorong oleh para freemason. Dalam zaman kita sekarang ini kedua front telah menjadi satu.Penyimpangan esoteris ini adalah persiapan untuk Islam memasuki fase akhir dari kapitalisme. Kita akan mencegah hal itu. Buku ini adalah langkah awal dalam membasmi penyakit yang telah berumur seratus tahun ini. Insha’allah. Keyakinan saya pada Allah

Buku ini akan menilai apa yang kita sebut penyimpangan esoteris, usaha sia-sia yang akan merusak Islam dengan ide-ide dan doktrin tertentu yang palsu. Tujuan kita adalah membersihka ruangan untuk membuat perlengkapan untuk meninggalkan kapitalisme. Kita tidak bermaksud menghancurkan bank, kita akan membuat bank ini tidak diperlukan. Ini adalah persiapan untuk perang melawan kapitalisme. Allah telah melarang riba dan karena itu telah menyatakan perang terhadap kapitalisme.Mulai sekarang dunia harus dan akan tahu bahwa Islam adalah musuh mematikan dari kapitalisme.

Untuk waktu yang lama di Barat, ilmu ekonomi telah menjadi dewa yang utama. Pialang dan bankir adalah pendeta pendeta tinggi. Paling tidak sejak Adam Smith mengemukakan idenya tentang tangan yang tidak tampak, dianggap bahwa bila seseorang pertama tama mencari kerajaan dari Mammon, maka segala hal (sosial, kebebasan individu, kesejahteraan unuversal) akan diberikan kepada anda, juga produk sampingan dari pasar bebas ( pernyataan pasar bebas itu sendiri kenyataannya tidak jujur seperti menyatakan bahwa prostitusi adalah cinta sejati). Ilmu ekonomi telah menembus semua segi kehidupan: ia mengambil alih politik, mengubah negara menjadi hanya suatu industri; ilmu pengetahuan dan informasi telah di privatisasi, dengan akibat yang menghawatirkan dengan mengetahui bahwa dari observasi dunia terhadap obat obatan yang kita pakai bersama adalah kekayaan perusahaan yang dapat di patenkan; dan agama-agama telah di ubah secara universal untuk menerima kapitalisme dan riba.Hanya Islam yang dapat menyelamatkan.

Agama2 lain? Apa itu agama2 lain? Toleransi telah menamatkan mereka pada waktu yang lalu. Mereka telah disaring, dikurangi dan disatukan diluar pengetahuan. Yang tinggal hanyalah dewa pribadi dan perasaan pribadi. Kita hanya akan mempunyai kerajaan kristen dan Khalifat Muslim, daripada suatu kekaisaran dunia Soros. Kejahatan adalah satu. Muslim hanya akan hidup bila kita berbeda dari orang kafir. Yahudi dan kristen telah berkembang di bawah Islam atau melawannya. Dan Atheis? Mereka adalah penghianat kristen pada jalan Islam.. Dewa yang tidak mereka percayai juga tidak kita percayai. Mereka telah mengatakan setengah pernyataan : “la ilaha”, yang tidak masuk akal, jika tidak anda tambahkan “illa Allah”

Kita menerima persamaan berikut: evolusi yang tidak terputus dari kapitalisme dalam lima abad yang lalu memerlukan penghapusan dari undang-undang tentang riba. Itu berarti penghapusan dari kekuatan normatif dari agama. Ini seperti mengatakan: “Hukum Allah tidak berlaku atau tidak universal” kepada orang Muslim. Implikasi moral dari perembesan kapitalisme adalah; “riba, meskipun dilarang oleh Allah, harus diterima”. Itu menyatakan, Muslim harus menerima kapitalisme. Ada tiga jawaban terhadap hal ini: menerima kapitalisme, menolak kapitalisme atau keduanya. Yang pertama hanya suatu penerimaan pasif dari kehidupan seperti dalam moto “agama tidak ada urusannya dengan ilmu ekonomi”; tapi yang terakhir paling berbahaya karena itu berarti penolakan diam-diam dari Islam yang disamarkan sebagai reformasi. Mereka menemukan “ekonomi Islam”. Reformasi ini dimulai oleh Al-Afghani, ‘Abduh dan Reda. Hal ini menuju kepada fundamentalisme Islam dan modernisasi Islam. Lambang mereka adalah “Bank Islam” , “konstitusi Islam” dan “negara Islam”. Islam pasca fundamentalis berarti penolakan kepada kapitalisme bersama dengan lembaga-lembaganya.

Esoterisasi Islam mempunyai rencana metafisis: monoteisme menggantikan Tauhid; dan rencana sosial: prinsip-prinsip Islam menggantikan Hukum Islam. Esoterisasi terjadi dalam beberapa tahap:

Tahap pertama esoterisisme terdiri dari penghapusan masa lalu: menghilangkan madhab-madhab (fiqh) dan Tasawwuf. Secara politik diwakili oleh oposisi terhadap Khalifate Osmanli, terutama Sultan Abdulhamid II Yang Agung.

Tahap kedua dari esoterisisme adalah fase pemanfaatan dimana Hukum Islam harus dinilai kembali secara menyeluruh dalam arti sosial, politik atau pragmatisme ekonomi. Sufisme yang benar dibuang dan Tassawuf baru mulai timbul dinyatakan sebagai Islam esoteris. Madhab lenyap dan satu set dasar-dasar Islam diaktifkan. Prinsip-prinsip Islam mengizinkan penerimaan asimilasi dengan masyarakat kafir: Bank Islam, negara Islam, bursa efek Islam, konstitusi Islam, asuransi Islam dst. Disamping mengakui bahwa Allah sangat berkuasa, mereka mengakui bahwa orang kafir Barat (yang dianggap jahat) pada kenyataannya lebih praktikal, dan mereka mau menyerah untuk meniru kekafirannya yang telah mereka katakan sangat membencinya ( misal: Republik Islam Iran).

Tahap akhir
adalah tahap asimilasi. Keabadian adalah metafisik baru mereka. Persaudaraan manusia dan agama yang universal diterima secara luas sebagai doktrin Islam. Tasawwuf di esoterisasi dan diterima dan Shari’ah secara esoteris diperlunak dan dibuat siap untuk menjadi hak azasi manusia secara Islam.. Hal ini mengikuti secara implisit Declaration of Human Rights, dan negara dunia sebagai mesiah kafir baru. Secara progresif semuanya yang membedakan agama-agama dinyatakan sebagai ruang exoteris (external, accidental dan peripheral) sedangkan ruang esoteris (internal, esential dan central) menjadi sesuatu yang membawa mereka bersama -sama.

Kapitalisme memerlukan keseragaman dan kebebasan untuk riba. Esoterisasi menyediakan keduanya. Merangkul semua agama adalah tehnik penipuan mereka. Riba di tafsirkan ulang secara esoteris. Mula-mula dikurangi menjadi ‘bunga’ dan kemudian menjadi pernyataan moral dari ‘perdagangan jahat’. Riba tidak lagi suatu praktek nyata, tapi suatu prinsip moral. Dari menghadapi kejadian itu kita memproyeksikannya kedalam bidang etik dan moralitas, dimana prinsip-prinsip dan hak-hak menguasai kenyataan.

Keperluan dari suatu gerak ibadat yang murni telah dikurangi nilainya dan dicemarkan sesuai dengan pengertian praktis keperluan tsb. Kelakuan ini menyerupai kelakuan seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan.Dalam hubungan ini penting untuk dicatat bahwa orang-orang penganut semua agama pada saat ini mengikuti cara hidup yang kurang lebih sama. Kita semua punya bank, uang kertas, membayar dibawah suatu sistim pajak yang makin homogen, dengan kartu identitas dan suatu sistim registrasi. Muslim, kristen dan yang tidak percaya kepada Tuhan pada dasarnya harus hidup dengan cara yang sama . Perbedaan dikurangi sesuai dengan moral pribadi dan sikap sexual, yang membentuk puritan atau liberal dialektik, juga kepada hari apa mereka akan pergi ke kuil. Moralitas di turunkan menjadi ‘aku mengerjakan apa yang aku bisa’. Kami mengusulkan suatu perubahan mental yang dibuat oleh penelitian manfaat dari ‘apa yang dapat kita kerjakan?’ Kita bisa berbuat jika kita menurut hanya kepada perintah Allah.

Perbuatan orang tidak dapat dinilai hanya dari keperluannya. Itu berarti kemenangan teknik dari kepatuhan terhadap Allah. Itu berarti kepentingan dari sistim bank lebih tinggi dari pada kepatuhan terhadap Allah. Seperti yang dikatakan oleh yang menyimpang: ” Allah yang paling berkuasa, tapi para bankir lebih praktis. Kita harus mengikuti sunna para bankir”. Ini suatu ironi dari dualisme mereka. Mereka menyebut bank adalah setan, tapi mereka cepat cepat meng-Islam-kan mereka (Bank Islam). Hal ini menunjukkan ketidak berdayaan visi mereka dan jelas menyebabkan mereka menyerah. Bank adalah lembaga yang dilarang oleh Allah dan untuk menerima mereka dan mencoba memasukkannya kedalam shalat kita berarti menyembah kepada sesuatu selain Allah. Hal ini biasa dihubungkan sebagai suatu yang praktis. Mereka berkata “kami praktis”, tapi mereka menipu diri sendiri. Dengan mengatakan bahwa mereka praktis adalah bukti ketidak berdayaan mereka yang berakibat ketidak mampuan bertindak sesuai dengan Islam. Satu ide yang paling umum pada cara berpikir secara esoteric adalah ‘kami tidak bisa menuruti perintah’ karena ada kekuatan-kekuatan lain yang melarang kami bertindak. Biasanya kekuatan-kekuatan ini dihubungkan dengan setan. Jadi setan itu-kata mereka- tidak mengizinkan mereka bertindak. Setan adalah semua musuh politik mereka. Tapi orang-orang ini tidak menyadari bahwa satu-satunya rintangan yang ada adalah diri mereka sendiri. Buktinya adalah ketika akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bertindak mereka meniru setan yang mereka benci : Bank Islam. Mereka pikir bahwa sesuatu yang halal adalah tidak mungkin, dan pengertian ini membutakan mereka.

Tindakan Muslim adalah kepatuhan kepada Allah, dan kepatuhan ini ada di atas segala tujuan (keperluan). Kepatuhan adalah tujuan itu sendiri.Patuh kepada perintah Allah mengatasi segala keperluan. Hal ini bebas dari prasyarat dan segala ikut campur pengaruh pribadi.Bertindak dalam kepatuhan tidak terhalang oleh keterbatasan seseorang. Bertindak dalam kepatuhan adalah menginginkan apa yang diinginkan Allah. Seseorang yang patuh kepada Allah dapat dengan seketika menghilangkan sistim bank. Sistim bank tidak punya kekuatan dimata seorang Muslim.Sistim bank hanya punya kekuatan dimata pengguna esoteric atau exoteric. Ini suatu kegilaan.

Kemenangan seorang Muslim adalah kepatuhan kepada Allah. Kepatuhan dan hanya kepatuhan, memberinya perasaan apa itu shalat dan kemudian ia dapat menghormati hadiahnya. Tanpa kepatuhan shalat menjadi ritual dan kebudayaan dan mesjid menjadi kuil Jum’at terpisah dari kegiatan sosial ekonomi.

Pragmatisme adalah khayalan yang menipu diri sendiri dan ini berada dalam inti etik kemanusiaan. Ini adalah hasil dari metafisik Kantian, metafisik dari alasan praktis yang menerima arsitekturnya dari alasan murni, dan teori yang menentukan jalan ke praxis. Ini adalah metafisik dari prinsip-prinsip objektif dan subjectif. Pembebasan dari perangkap yang mendasar ini adalah suatu pencapaian Islam. Hasilnya adalah Muslim bisa patuh, dapat berdagang dengan benar, dapat berjuang di jalan Allah, dan dengan begitu bisa sembahyang. Dan ini yang kita inginkan.Kafir telah melarang kepatuhan kepada Allah, menghilangkan perniagaan, perkelahian diluar hukum fisabillillah, dan mengurangi sembahyang sesuai keperluan. Tapi Allah adalah aktor sejati dari sembahyang yang benar. Allah berkata dalam Qur’an: “Kamu tidak melempar, yang melempar itu adalah Allah yang melempar”. Allah juga mengatakan:”Perangi mereka! Allah akan menghukum mereka melalui tanganmu”. Tujuan hidup kita hanya memuja Allah. Kewajiban kita adalah Mengikuti perintahNya dan Allah dengan jelas mengatakannya dalam Qur’an: (Qur’an 33, 1-3).

Humanisme dengan kekuasaan legalnya, hak azasi manusia, pura-pura menolong agama-agama, kenyataannya menghapuskan semuanya. Tapi ini tidak berarti tidak ada lagi agama sama sekali. Agama baru adalah sistim perbankan. Dia memerintah dengan sistim yang berdasarkan mata uang buatan. Sistim perekonomian dunia dimana setiap orang harus menggunakan US Dollar adalah jelas suatu tirani terhadap semua bangsa lain di dunia, dan terutama Muslim. Semua grup politik dan perserikatan Muslim yang dalam seratus tahun terakhir telah mendukung sistim uang kertas, tidak peduli apa yang dikatakan mereka, telah mendukung sistim tirani yang dipakai oleh orang kafir menguasai dunia. Pengertian mereka tentang Islam disimpangkan karena mereka tidak dapat memahami apa yang tidak dapat diterima oleh Shari’ah, dan alasan untuk itu adalah mereka telah tercemar oleh pragmatisme kebutuhan yang sebenarnya adalah hasil dari metafisik esoterik. Ini adalah cerita seratus tahun fundamentalisme. Mengapa para fundamentalis telah tidak berhasil dalam seratus tahun terakhir? Mengapa mereka telah dikalahkan dalam setiap segi politiknya? Karena mereka tunduk kepada agama modern, riba.Pembentukan bank Islam menunjukkan sifat jahat dari kepercayaan mereka. Grup ini sama dengan grup pseudo-Sufi ( pseudo artinya palsu) yang mendukung riba sebab mereka pikir bahwa riba tidak akan mempengaruhi ‘transendental’ mereka.

Selubung moral baru telah menggantikan kekuatan normatif dari agama-agama. Hak azasi manusia, toleransi dan demokrasi adalah bendera moral yang digunakan untuk mengatur dunia. Mereka mengajukan ceramah palsu. Dengan latar belakagan tidak seorangpun dapat menanyakan sifat moral dari riba, saham atau uang kertas.Mereka sudah pasti, tidak dapat dibantah, tidak dapat disangkal. Kepastian mutlak dari riba ini , meskipun oleh kritik dari kapitalisme (Marx menerima riba seperti juga Friedman) membuktikan dasar suci dari kapitalisme.

Kapitalisme adalah gaya hidup utama saat ini dan jalan keluarnya hanyalah Islam. Islam adalah jalan dari semua penganut, adalah satu-satunya strategi yang tidak hanya menentang tapi menawarkan cara lain terhadap sistim kapitalis. Kapitalisme seluruhnya berdasar kepada riba, dan ini adalah kejahatan, karena begitulah yang ditetapkan oleh Allah. Muslim diminta menerima hak asasi manusia, toleransi dan demokrasi, tapi mereka tidak diminta untuk menerima kapitalisme, itulah yang sebenarnya.Seluruh perdebatan humanistik adalah suatu olok-olok untuk mnyembunyikan sifat jahat dari kapitalisme.

Kapitalisme tidak berperikemanusiaan, tidak toleran atau tidak demokratis. Tapi karena anda tidak dapat mengkritik bank dengan perangkat moral ini, jadi perangkat ini tidak cukup bagus. Semuanya tidak berguna. Riba telah memperbudak dunia dengan cara mengubah sifat uang, membuatnya se-akan akan produktif (bunga) dan seakan akan bernilai (fiat money). Tidak perlu dikatakan lagi, penilaian ini di atas dialektik palsu dari kiri dan kanan, dan kami menganggap sosialisme marxist adalah bentuk lain dari kapitalisme.

Pertempuran selanjutnya adalah antara Muslim melawan bank. Informasi sepihak berarti kebanyakan orang tidak tahu apa Islam itu dan penyelenggaraan pemerintahan Islam juga tidak memberikan contoh yang benar. Tapi Islam lebih besar dari pada itu yang menutupi-nya (kafir). Ketika Allah membuka gerbang Islam, orang akan mengerti dan mereka akan memeluk Islam dalam jumlah yang besar. Islam bukanlah kepunyaan orangArab, itu benar-benar agama dunia dan kita akan membutuhkan orang baru untuk menghadapi tantangan ini bersama dengan orang orang Arab terbaik.

Bila riba diizinkan tidak akan ada pemerintahan Muslim yang muncul. Kekuatan ekonomi yang dikuasai bank melebihi kekuatan dari lembaga-lembaga sipil atau politik manapun. Karena itu setiap usaha untuk membangun masyarakat yang jujur dan sopan berarti secara tidak langsung penghapusan sistim bank dan menggantikannya dengan sistim keuangan dan pembayaran yang baru yang tidak menyangkut riba. Melawan kenyataan riba-kapitalis saat ini, hanya ada satu kenyataan lainnya yang dapat menghapuskannya, dan itu adalah Islam.

Untuk mengerti politik kita anda harus mengerti aksioma ini: Tidak mempunyai agenda ekonomi adalah mempunyai agenda ekonomi. Semua agama dan jalan spiritual yang tidak mempunyai agenda ekonomi mempunyai agenda ekonomi yang harus mempertahankan status quo saat ini dan karena itu harus mempertahankan kapitalisme. Semua agama dan jalan spiritual itu yang tercemar oleh esoterisasi tidak mempunyai agenda ekonomi, sebab dalam pandangan mereka hal ini tidak perlu. Kita melihat bahwa sikap esoterik mereka yang mendukung secara diam-diam kepada kapitalisme, dan karena itu kami tidak heran menemukan bahwa kapitalisme telah mendorong visi esoterik. Esoterisisme adalah agama bagian dalam dari kapitalisme, seperti kapitalisme adalah jalan hidup esoterisisme.

Bagaimanapun juga, Allah mempunyai agenda ekonomi untuk kita. Allah berkata dalam Qur’an (2, 274): “Allah telah mengizinkan perdagangan dan melarang riba”. Ini berarti Allah telah melarang perbankan. Karena itu apakah bank harus dihilangkan atau hukum Allah yang harus dihilangkan. Karena hukum Allah tidak dapat dihilangkan, berarti bank yang harus pergi. Lumrah bahwa bank akan melakukan apapun untuk mempertahankan keadaannya, termasuk mencoba melemahkan atau malah menghilangkan hukum Islam. Mereka akan membela diri dengan mengatakan bahwa agama Allah tidak perlu melaksanakan hukum Islam, itu artinya, bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak penting untuk agama Allah; dengan cara lain mereka akan mengatakan bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak memerlukan Allah, itu artinya, tidak memerlukan kepercayaan pada Allah dan itu bisa diubah atau disesuaikan dengan alasan praktis– ini adalah orang-orang yang akan mengusulkan bank Islam. Pada urutan pertama dipertahankan oleh grup esoteric dan kedua oleh grup exoteric. Meskipun kedua grup ini berada dalam konflik satu sama lain, pada kenyataanya mereka sama.

Dibawah topik populer hak azasi manusia, toleransi dan persaudaraan kemanusiaan, doktrin esoteric telah mendominasi semua ceramah palsu politik dan agama pada saat pembangunan cepat dari dunia ekonomi sedang terjadi. Agama telah dipaksa kedalam suatu proses homogenisasi dan introspeksi. Proses ini adalah esotercisation. Dan tidak ada lebihnya, kecuali pengertian terhadap mekanisme yang dipakai dalam proses ini. Proses ini sejajar dengan kebangkitan atau eksternalisasi dari kapitalisme, yang telah menyerbu tidak hanya keseluruhan geografis dunia tapi juga segala aspek keberadaan kemanusiaan Ide dari Filosofi Esoteric telah dipalsukan mencoba membuat sesuatu dari ketiadaan. Nama ini telah diberikan kepada sesuatu semacam sintesis antara ilmu, agama dan filosofi dimaksudkan untuk memberikan visi baru untuk membentuk kembali peradaban masa depan, budaya, politik dan ekonomi, atau menyelamatkannya selama dalam pembentukan kembali.Kepadanya telah diberikan sejarah, prinsip-prinsip, hukum dan juga nilai-nilai moral yang menyatakan akan menuju ke pembukaan potensi-potensi manusia. Dinamika dari esoterisisasi secara tidak langsung menunjukkan adanya suatu kepergian dari bidang kekuasaan dan masuk kedalam bidang kekuasaan. Kedua bidang kekuasaan ini disebut sebagai exoteric atau exterior dan esoteric atau interior.Kedua golongan ini digambarkan secara simbolis sebagai bagian luar lingkaran dan pusat lingkaran. Jadi apakah proses itu bergerak secara esoteris kearah pusat, yaitu esotericisation, atau secara exoteric kearah lingkaran, yaitu exotericisation.Pusat lingkaran adalah bidang kekuasaan dari esoterisisme dan konsep atau persoalan esoteric, dan lingkaran luaradalah bidang kekuasaan exotericisme dan konsep atau persoalan exoteric. Untuk menjadi esotericist atau exotericist telah ditentukan dari kedua dinamika ini. Karena itu esotericist adalah mereka yang memuja persoalan esoteric diatas persoalan exoteric, dan exotericist adalah mereka yang buta mengenai persoalan esoteric yang mengingkari mereka sementara itu memuja persoalan exoteric. Memahami bahwa ini adalah proses dinamis, salah satu dari mereka selalu bereaksi terhadap salah satu yang dominan.Dalam hubungan dengan esotericisasi, exotericisme adalah ‘reaksi’ dan sebaliknya. Apa yang dibicarakan disini bukanlah arah dari proses ini, apakah itu esoteric atau exoteric, tapi lebih kepada prosesnya sendiri.

Pertumbuhan dari kapitalisme memerlukan dan mencapai penghapusan nilai-nilai normatif agama, dan ini adalah proses esoteric, esotericisasi. Tanpa belas kasihan, agama-agama yang berbeda dan pengertian-pengertian mereka yang bertentangan telah dihapus karena agama-agama ini telah ditetapkan lagi dalam proses yang dapat digambarkan sebagai yang ‘bergerak’ kearah pusat yang tidak dapat di beda-bedakan. Ini adalah proses yang kita sebut esotericisasi. Meskipun proses ini dominan, setiap saat masa lalu kelihatan exoteric dan masa depan lebih esoteric. Reformasi kristen adalah esoteric dalam hubungan dengan keadaan sebelumnya, tetapi adalah exoteric dalam hubungan dengan ketuhanan; ketuhanan adalah exoteric dalam hubungan dengan keabadian. Dalam proses ini exotericisme adalah masa lalu dan reaksi terhadap masa depan. Reaksi ini telah dimanfaatkan sebagai konflik yang menutupi pertumbuhan kapitalisme. Cara menetapkan konflik ini, termasuk alasan-alasan konflik dan lapangan pertempuran yang dipilih, menguntungkan kapitalisme, lagi pula hal-hal itu memperkuat kapitalisme. Malah Perang Dunia II dengan menyedihkan dinyatakan oleh para ahli sejarah profesional dalam istilah pribadi-pribadi, dan sedikit atau tanpa usaha yang dikerjakan untuk memperjelas akibat utama dari perang: kelahiran kapitalisme keuangan modern. Berikutnya untuk melepaskan diri dari kapitalisme, perang harus di definisikan ulang. Kita akan meninjau hal ini kemudian. Yang penting adalah untuk menyadari bahwa kapitalisme memerlukan penghapusan semua agama lainnya atau esotericisasi terhadap mereka untuk menyatakan kekuasaan universal yang tidak dapat disangkal.Hanya kapitalisme exotericisme yang diizinkan. Kapitalisme sendiri dapat mengadakan upacaranya, sebab sendirian dia tidak dapat menimbulkan konfflik. Perdamaian kapitalis berarti dominasi sepenuhnya dari kapitalisme dan penghapusan dengan cara pengurangan dari agama lainnya.

Bila esotericisasi diterapkan terhadap Islam berarti secara tidak langsung putus dengan masa lalu, sering dinyatakan sebagai reformasi ‘jinak’. Ini kita fahami sebagai penyimpangan. Reformasi esoteric atau penyimpangan telah diterapkan kepada Shari’ah dan Tasawwuf.

Esotericisasi terhadap Shari’ah secara tidak langsung menyatakan pencarian untuk prinsip-prinsip yang terlihat sebagai simbol yang dipakai untuk merumuskan ulang hukum dalam hubungan dengan skala manusia atau kemanusiaan. Hukum kemanusiaan adalah perumusan esoteric dari hukum Islam. Kemanusiaan dilihat sebagai satu persaudaraan, ‘persaudaraan manusia’.Unsur-unsur perbedaan dalam Shari’ah Islam berangsur angsur dihapus dengan rumusan seperti ‘tidak ada paksaan dalam Deen’ atau ‘persaudaraan kemanusiaan’.Hal ini tidak dapat kita terima, karena hukum Islam tidak dapat direformasi, hanya masyarakat kita yang harus direformasi.Perumusan esoteric mereka mengganti atau mendefinisi ulang Jihad dan persaudaraan Islam.

Esotericisasi dari Tasawwuf menyatakan secara tidak langsung pemisahannya dari Shari’ah, untuk mengatakan, pendefinisian ulangnya sebagai ‘Islam esoteric’, sedangkan Shari’ah didefinisikan ulang sebagai ‘Islam exoteric’. Hal ini tdak masuk akal Islam, sebab ide Tasawwuf tanpa Shari’ah sama tidak berdasar seperti Shari’ah tanpa Tasawwuf. Esotericist menyatakan bahwa Tasawwuf mendukng ‘kesatuan trans cendental dari semua agama’ dalam dasar metafisik kepercayaan kepada Tuhan. Persoalan exterior yang berhubungan dengan kegiatan dan kewajiban dari kepercayaan kepada Tuhan kepentingannya dianggap nomor dua. Bidang kekuasaan absolut adalah metafisikal dan bidang pengikut adalah bersifat ritual

Simbolisme membolehkan esotericist untuk mengiyakan Islam padahal kenyataannya mereka mengingkarinya. Simbolisme membolehkan mereka mengatakan, ‘kami percaya kepada Allah seperti anda”, padahal kenyataannya mereka percaya kepada tuhan lain. Tuhan mereka dapat mempunyai beberapa nama. Ini suatu simbol. Dari beberapa segi anda dapat menemukan gambar yang berbeda. Adalah penting untuk difahami bahwa esotericist tidak menyangkal percaya pada Allah dan mereka akan mengatakan mereka adalah Muslim meskipun mereka menegaskan bahwa semua agama dan jalan spiritual percaya kepada tuhan yang sama. Beberapa freemason, contohnya, mengatakan bahwa mereka adalah Muslim bila mereka tinggal di negara Muslim dan mereka mengatakan bahwa mereka kristen bila mereka berada di negara kristen.Ini karena mereka melihat diri mereka sendiri diatas ‘interpretasi kaku’ dari agama. Freemason menerima semua agama dalam persaudaraan mereka dan mereka semua memuja apa yang mereka sebut ‘Arsitek Agung dari Alam’. Posisi tidak jelas ini lebih tidak jujur dari pada pengingkaran kepada Islam yang terbuka dan bermusuhan.Dengan alasan ini kita kemudian akan menelaah secara lebih detil sejarah dan kepercayaan golongan freemason.

Esotericist juga mengatakan bahwa mereka mendukung Shari’ah tapi pada saat yang sama ingin menyusunnya kembali, atau menguranginya, atau tidak menginginkannya disini atau sekarang. Mereka mengatakan mereka ingin menyelamatkan kemanusiaan, tapi jelas ini hanya dapat dicapai oleh mereka sendiri –grup yang terpilih.Semua penyusunan kembali mereka menuntun mereka kepada filosofi hak asasi manusia, toleransi dan persaudaraan kemanusiaan.’Shari’ah hasil penyusunan kembali yang harus tunduk kepada prinsip-prinsip esoteric ini bukanlah Shari’ah Islam. Ini adalah sesuatu yang baru tapi mereka ingin memakai nama Shari’ah. Lalu mereka menunjuk kepada lembaga dan perlengkapan kafir dan menambahkan nama Shari’ah. ” kami ingin Shari’ah Islam, kami ingin pemerintahan yang dkuasai Shari’ah”. Pada pengamatan apa yang mereka inginkan adalah versi penyusunan kembali mereka yang baru, lalu mereka berbicara tentang hak asasi manusia Islam dan toleransi Islam. Ketika mereka tidak dapat melebarkan Shari’ah lebih jauh, setelah mengingkari madhhab dan fiqh yang telah ada, mereka memohon kepada “jiwa undang-undang’ dan ‘prinsip-prinsip Islam’.Ini adalah teknik esoteric yang disebut simbolisme. Shari’ah digambarkan dengan simbol-simbol atau prinsip-prinsip yang membolehkan tingkat lebih lanjut dari interpretasi introspektif. Akibatnya mereka memperkenalkan penjelasan simbolis apa arinya Jihad dan riba.

Pada akhirnya yang jadi persoalan adalah dibelakang prinsip-prinsip Islam mereka dan hak asasi manusia Islam mereka adalah dorongan penuh mereka untuk mempertahankan sistim perbankan. Tugas mereka adalah untuk ‘mengislamkan’ bank, artinya mempertahankan kapitalisme dan lebih jauh membujuk Muslim untuk menerima kapitalisme. Mereka mnyangkal perbankan tapi merekan mengiakan perbankan Islam. Mereka mengiakan kejahatan kapitalisme tapi mereka siap untuk ‘mengislamkan’ kapitalisme. Menurut mereka bank bukanlah lembaga kapitalis , bank hanyalah sekedar servis. Menurut mereka kapitalisme adalah salah, tapi kapitalisme Islam akan dapat diterima. Kapitalisme Islam mereka adalah kapitalisme dengan nilai-nilai moral Islam, dimana bank Islam telah menggantikan bank bukan Islam. Menurut mereka riba adalah simbol yang, tanpa memperhatikan apa yang dikatakan oleh Shari’ah, berarti bunga. Akibat dari semua ini adalah bahwa kekejaman, intoleran dan praktek tidak manusiawi dari riba, yang artinya kapitalisme, dipertahankan oleh esotericisasi dari agama. Untuk alasan ini adalah sangat penting untuk mengenali mereka dan apa yang mereka katakan, dengan tujuan untuk segera mengenali bermacam muka dari satu kepercayaan umum. Kufr adalah satu sistim.

Ada unsur karakteristik lain dari esotericism: messianisme. Messianisme adalah pembebasan dari kegagalan saat ini dan tanggung jawab. Juru selamat Messianis yang datang untuk menyelesaikan semua masalah kita sekarang dapat mempunyai muka banyak dari Messiah kristen , ke Mahdi, demokrasi dan negara dunia. Dalam praktek dikatakan: ” jangan bertindak sekarang, kita menunggu”. Mahdiisme, dikatakan, menunggu Mahdi seperti dalam tindakan menangguhkan atau memperlambat atau mengecilkan hati keberatan saat ini dalam segala bentuk, adalah bagian dari apa yang kita sebut penyimpangan esoteric. Penggunaan secara politik dari doktrin shi’a dari ‘menunggu Mahdi’ sepanjang sejarah Muslim telah digunakan untuk membenarkan pemberontakan dibawah salah satu dari banyak Mahdi atau malahan lebih jelek lagi memperlambat pembentukan Islam sekarang karena “menunggu Mahdi”.